Rabu, 16 April 2014

Latar Belakang dan Implementasi Wawasan Nusantara


Pandangan geopolitik Indonesia berlandaskan pada pemikiran kewilayahan dan kehidupan bangsa Indonesia. Wawasan nusantara mempunyai latar belakang, kedudukan, fungsi, dan tujuan filosofis sebagai dasar pengembangan wawasan nasional Indonesia
Latar Belakang Wawasan Nusantara
·         Falsafah Pancasila
Nilai-nilai pancasila mendasari pengembangan wawasan nasional. Nilai-nilai tersebut adalah:
1.   Penerapan Hak Asasi Manusia (HAM), seperti memberi kesempatan menjalankan ibadah sesuai dengan agama masing- masing.
2.   Mengutamakan kepentingan masyarakat daripada individu dan golongan.
3.   Pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat.
·         Aspek Kewilayahan Nusantara
Pengaruh geografi merupakan suatu fenomena yang perlu diperhitungkan, karena Indonesia kaya akan aneka Sumber Daya Alam (SDA) dan suku bangsa.
·         Aspek Sosial Budaya
Indonesia terdiri atas ratusan suku bangsa yang masing - masing memiliki adat istiadat, bahasa, agama, dan kepercayaan yang berbeda - beda, sehingga tata kehidupan nasional yang berhubungan dengan interaksi antargolongan mengandung potensi konflik yang besar.
·         Aspek Kesejarahan
Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan wawasan nasional Indonesia yang diwarnai oleh pengalaman sejarah yang tidak menghendaki terulangnya perpecahan dalam lingkungan bangsa dan negara Indonesia. Hal ini dikarenakan kemerdekaan yang telah diraih oleh bangsa Indonesia merupakan hasil dari semangat persatuan dan kesatuan yang sangat tinggi bangsa Indonesia sendiri. Jadi, semangat ini harus tetap dipertahankan untuk persatuan bangsa dan menjaga wilayah kesatuan Indonesia.
Implementasi
Kehidupan politik
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengimplementasikan wawasan nusantara, yaitu:
1.   Pelaksanaan kehidupan politik yang diatur dalam undang-undang, seperti UU Partai Politik, UU Pemilihan Umum, dan UU Pemilihan Presiden. Pelaksanaan undang-undang tersebut harus sesuai hukum dan mementingkan persatuan bangsa.Contohnya seperti dalam pemilihan presiden, anggota DPR, dan kepala daerah harus menjalankan prinsip demokratis dan keadilan, sehingga tidak menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa.

2.   Pelaksanaan kehidupan bermasyarakat dan bernegara di Indonesia harus sesuai dengan hukum yang berlaku. Seluruh bangsa Indonesia harus mempunyai dasar hukum yang sama bagi setiap warga negara, tanpa pengecualian. Di Indonesia terdapat banyak produk hukum yang dapat diterbitkan oleh provinsi dan kabupatendalam bentuk peraturan daerah (perda) yang tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku secara nasional.

3.   Mengembangkan sikap hak asasi manusia dan sikap pluralisme untuk mempersatukan berbagai suku, agama, dan bahasa yamg berbeda, sehingga menumbuhkan sikap toleransi.

4.   Memperkuat komitmen politik terhadap partai politik dan lembaga pemerintahan untuk meningkatkan semangat kebangsaan, persatuan dan kesatuan.

5.   Meningkatkan peran Indonesia dalam kancah internasional dan memperkuat korps diplomatik sebagai upaya penjagaan wilayah Indonesia terutama pulau-pulau terluar dan pulau kosong.

Jika Negara Indonesia benar benar mengimplementasikan wawasan nusantara dalam kehidupan politik maka akan menciptakan iklim penyelenggaraan negara yang sehat dan dinamis, mewujudkan pemerintahan yang kuat, aspiratif, dan dapat dipercaya.

Tidak seperti sekarang ini pemerintah yang kadang kala masih di pertanyakan kinerjanya untuk masyarakat. Pemerintah yang masih belum sepenuhnya dapat di percaya oleh masyarakat, ketika banyak oknum pemerintah yang menyalahgunakan kepercayaan tersebut dengan korupsi atau berbuat hal yang menguntungkan diri mereka sendiri dan justru merugikan bagi masyarakat. Hal hal seperti itulah yang benar benar harus di hilangkan dari Negara ini. Ketika pemerintahan sudah selaras, dapat dipercaya, kuat dan tegas juga mementingkan kepentingan masyarakatnya maka bukan tidak mungkin Indonesia akan berkembang pesat dalam segi apapun karena terciptanya kerjasama yang baik antara masyarakat dan pemerintahan.

Kehidupan ekonomi
1.   Wilayah nusantara mempunyai potensi ekonomi yang tinggi, seperti posisi khatulistiwa, wilayah laut yang luas, hutan tropis yang besar, hasil tambang dan minyak yang besar, serta memeliki penduduk dalam jumlah cukup besar. Oleh karena itu, implementasi dalam kehidupan ekonomi harus berorientasi pada sektor pemerintahan, pertanian, dan perindustrian.

2.   Pembangunan ekonomi harus memperhatikan keadilan dan keseimbangan antar daerah. Oleh sebab itu, dengan adanya otonomi daerah dapat menciptakan upaya dalam keadilan ekonomi.

3.   Pembangunan ekonomi harus melibatkan partisipasi rakyat, seperti dengan memberikan fasilitas kredit mikro dalam pengembangan usaha kecil.
Negara Indonesia dapat dikatakan sudah mengimplementasikan wawasan nusantara dalam kehidupan ekonominya ketika sudah dapat menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara merata dan adil.

Dalam kenyataannya pengimplementasian yang satu ini memang sepertinya cukup sulit,  mengingat banyaknya masyarakat Indonesia yang kehidupan ekonominya bisa dikatakan sulit. Belum terciptanya rakyat yang makmur menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus di selesaikan. Bayangkan saja banyak dari masyarakat Indonesia yang berpenghasilan tidak layak dan bahkan tidak bisa untuk memenuhi kebutuhannya dalam 1 hari. Penyebabnya antara lain karena mereka sulit mencari pekerjaan yang layak karena latar belakang pendidikan dan kemampuan yang di miliki kurang, juga kurangnya perhatian dari pemerintah kepada masyarakat ini. Ketika indonesia sudah mengimplementasikan wawasan nusantara pemerintah seharusnya dapat menyediakan kesempatan untuk mereka agar dapat mempunyai pekerjaan yang layak.

Kehidupan sosial
Tari pendet dari Bali merupakan budaya Indonesia yang harus dilestarikan sebagai implementasi dalam kehidupan sosial.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kehidupan sosial, yaitu :
1.   Mengembangkan kehidupan bangsa yang serasi antara masyarakat yang berbeda, dari segi budaya, status sosial, maupun daerah. Contohnya dengan pemerataan pendidikan di semua daerah dan program wajib belajar harus diprioritaskan bagi daerah tertinggal.

2.   Pengembangan budaya Indonesia, untuk melestarikan kekayaan Indonesia, serta dapat dijadikan kegiatan pariwisata yang memberikan sumber pendapatan nasional maupun daerah. Contohnya dengan pelestarian budaya, pengembangan museum, dan cagar budaya.

 Menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui, menerima dan menghormati segala bentuk perbedaan sebagai kenyataan yang hidup disekitarnya dan merupakan karunia sang pencipta.
Indonesia sebagai Negara yang mempunyai banyak pulau,suku,adat dan budaya yang berbeda beda sudah semestinya dapat menjaga dan menerima segala perbedaan yang ada.

Contoh ketidak selarasan dalam kehidupan social salah satunya adalah ketika seseorang atau kelompok tidak menghargai atau tidak menerima perbedaan dengan orang atau kelompok lain sehingga muncul konflik dendam, saling bermusuhan, atau bahkan berkelahi. Contoh kasus ini menggambarkan tidak adanya rasa menghormati, menerima dan menyayangi satu sama lain. Ketika suatu bangsa tidak dapat menjaga kesatuan dan persatuannya maka akan terjadi kehancuran tapi ketika bangsa dapat menjaga persatuan dan kesatuan maka akan tercipata Negara yang adil makmur sentosa seperti yang tertera dalam dasar Negara kita yaitu pancasila. Yang menjadikan bangsa indonesia menjadi bangsa yang hebat dan indah bukan hanya dari keindahan dan kekayaan alam serta budayanya, tetapi juga bagaimana kita dapat menjaga kesatuan begitu banyak perbedaan menjadi satu kesatuan yang belum tentu dapat dilakukan oleh Negara Negara lain, inilah yang membuat bangsa indonesia menjadi Negara yang indah dan hebat dan seharusnya kita harus tetap bisa mempertahankannya.

Kehidupan pertahanan dan keamanan
Membagun TNI Profesional merupakan implementasi dalam kehidupan pertahanan keamanan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kehidupan pertahanan dan keamanan, yaitu :
1.   Kegiatan pembangunan pertahanan dan keamanan harus memberikan kesempatan kepada setiap warga negara untuk berperan aktif, karena kegiatan tersebut merupakan kewajiban setiap warga negara, seperti memelihara lingkungan tempat tinggal, meningkatkan kemampuan disiplin, melaporkan hal-hal yang mengganggu keamanan kepada aparat dan belajar kemiliteran.

2.   Membangun rasa persatuan, sehingga ancaman suatu daerah atau pulau juga menjadi ancaman bagi daerah lain. Rasa persatuan ini dapat diciptakan dengan membangun solidaritas dan hubungan erat antara warga negara yang berbeda daerah dengan kekuatan keamanan.

3.   Membangun TNI yang profesional serta menyediakan sarana dan prasarana yang memadai bagi kegiatan pengamanan wilayah Indonesia, terutama pulau dan wilayah terluar Indonesia.

Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan pertahanan dan keamanan akan menumbuhkan kesadaran cinta tanah air dan bangsa, yang lebih lanjut akan membentuk sikap bela negara pada tiap warga negara Indonesia. Kesadaran dan sikap cinta tanah air dan bangsa serta bela negara ini menjadi modal utama yang akan mengerakkan partisipasi setiap warga negara indonesia dalam menghadapi setiap bentuk ancaman antara lain


 1) Bahwa ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada hakikatnya adalah ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara.

2) Tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk ikut serta dalam pertahanan dan keamanan Negara dalam rangka pembelaan negara dan bangsa.


Sumber:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar