Minggu, 04 Januari 2015

Pengaruh keluarga dan rumah tangga


                Keluarga adalah kelompok terkecil dalam masyarakat yang meliputi orang tua dan anak-anaknya. Keluarga merupakan kelompok yang paling langsung mempengaruhi perilaku seseorang. Keadaan, kebiasaan, sikap, dan pengajaran dalam keluarga sangat mempengaruhi perilaku orang orang dalam keluarga tersebut yang dapat mempengaruhi dalam pengambilan keputusan pembelian suatu barang yang di minati dan yang akan di beli.

                Dalam suatu keluarga berperan secara penuh dalam menciptakan kepribadian masing masing anggota keluarganya, karena lingkungan keluarga di anggap sebagai lingkungan yang vital dalam pembentukan kepribadian.

Pengaruh kebudayaan terhadap pembelian dan konsumsi

Budaya merupakan cara menjalani hidup dari suatu masyarakat yang di transmisikan pada anggota masyarakat dari generasi ke generasi berikutnya.               

FaktorFaktor Budaya Merupakan faktor yang memberikan pengaruh paling luas dan dalam pada tingkah laku konsumen:

1.       Budaya Kumpulan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan dan tingkah laku yang dipelajari oleh seseorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya

2.  Sub Budaya Sekelompok orang yang mempunyai sistem nilai sama berdasarkan pada pengalaman hidup dan situasi


3.    Kelas Sosial Divisi masyarakat yang relatif permanen dan teratur dengan para anggotanya menganut nilai-nilai, minat dan tingkah laku yang serupa.

Pengaruh kelas sosial

                 Kelas social adalah tingkatan dari struktur kelas masyarakat yang berjenjang dan relative permanen dalam persamaan nilai, minat, dan perilaku. Berbeda tingkat social berbeda pula minat dan perilakunya.
                Ketika berada di kelas social yang tinggi dengan gaya hidup mewah seseorang akan terpengaruh untuk membeli barang yang bernilai tinggi, mewah, dan biasanya mereka membeli bukan atas dasar kebutuhan tapi keinginan untuk menunjukan kepada lingkungannya. Tetapi ketika berada pada kelas social menengah seseorang akan membeli suatu barang sesuai dengan kebutuhanya dan bukan hanya untuk memuaskan keinginan saja. Pada kelas social ini seseorang dapat juga membeli barang mewah dan bernilai tinggi tetapi biasanya bukan untuk menunjukan kepada lingkungan sosialnya melainkan memang karena kebutuhannya. Dan pada kelas social bawah biasanya seseorang akan membeli suatu barang karena mereka benar benar membutuhkan barang tersebut, tidak peduli nilai barang tersebut biarpun memilih barang dengan nilai murah asalkan kebutuhannya dapat terpenuhi karena keterbatasan keuangan.

Kelas atas Kelas bawah
Kebiasaan belanja
  1.  as a plesure
  2. mengunjungi toko yang memiliki image”high-fashion”
  3. Lebih banyak mencari informasi dari media masa
  4. Harga buku indikator kualitas 1.
  5. Menyenangi barang masal dan diskon.
  6.  Memiliki informasi produk yang minim, bertindak berdasar display di toko dan info wiraniaga, suka membeli produk”on sale”.

Sumber daya konsumen dan pengetahuan

Sumber daya ekonomi
Potensi sumber ekonomi atau lebih dikenal dengan potensi ekonomi pada dasarnya dapat diartikan sebagai sesuatu atau segala sesuatu sumber daya yang dimiliki baik yang tergolong pada sumber daya alam maupun potensi sumberdaya manusia yang dapat memberikan manfaat (benefit) serta dapat digunakan sebagai modal dasar pembangunan (ekonomi) wilayah tingkat tergantung terrhadap sumberdaya secara structural harus bisa dialihkan pada sumberdaya alam lain. Misalnya, penggunaan energy sinar matahari, panas bumi, atau gelombang laut termasuk angin, akan dapat mengurangi ketergantungan manusia terhadap sumberdaya alam yang tidak dapat di perbarui.

Sumber Daya Konsumen.
Sumber daya konsumen adalah segala sumber daya yang mempengaruhi konsumen untuk membeli barang atau jasa. Sumber daya konsumen ada 3 macam, yaitu :
  • ·         Sumber daya ekonomi adalah segala sesuatu sumber daya yang dimiliki baik yang tergolong sumber daya alam maupun potensi sumber daya manusia yang dapat memberikan manfaat.
  • ·         Sumber daya sementara adalah sumber daya yang bisa menghemat waktu, keinginan manusia ingin membeli barang dan jasa yang tujuananya menghemat waktu yang ada.
  • ·         Sumber daya kognitif adalah sumber daya perencanaan dan pengambilan keputusan seorang konsumen terhadap apa yang ingin di belinya.


Organisasi pengetahuan
                Pengetahuan konsumen akan mempengaruhi keputusan pembelian. Apa yang dibeli, berapa banyak yang dibeli, dimana membeli dan kapan membeli akan tergantung pada pengetahuan konsumen mengenai hal-hal tersebut. Pengetahuan konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk, serta pengetahuan lainnya yang terkait dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen.
  • ·         Pengetahuan tentang karakteristik
  • ·         Pengetahuan tentang manfaat produk
  • ·         Pengetahuan tentang kepuasan yang diberikan produk kepada konsumen


Mengukur pengetahuan
                Cara yang paling nyata dalam mengukur kemampuan pengetahuan adalah menilai secara langsung isi ingatan. Beberapa indicator pengukur pengetahuan, antara lain:
  • ·         Pengetahuan objektif
  • ·         Pengetahuan subjektif


Sumber:

Proses pengambilan keputusan oleh konsumen

Pengambilan keputusan seorang konsumen tergantung beberapa faktor,yaitu personal dan sosialnya. Faktor personal meliputi motivasi, persepsi, pemahaman, kepercayaan, sikap, dan kepribadian seseorang. Kehidupan personal seseorang pada dasarnya di pengaruhi oleh lingkungan sosialnya atau faktor social. Dimana kepribadian yang terbentuk pada diri seseorang dipengaruhi oleh keadaan lingkungan di sekitarnya.

                Ada tahapan proses pegambilan keputusan, yaitu:

1.       Perumusan masalah
Adanya kesenjangan antara keadaan sekarang dengan keadaan yang diharapkan
2.       Kebutuhan informasi
Informasi tentang barang yang akan di beli membantu dalam pengambian keputusan
3.       Evaluasi alternative
Alternatif membeli atau tidak membeli produk tertentu karena pertimbangan atribut produk
4.       Pengambilan keputusan

5.       Perilaku tindak lanjut

Minggu, 16 November 2014

wisata bromo





Laut Pasir dan daerah Gunung Semeru , Bromo Tengger
Semeru National Park. Gunung Bromo ( Indonesia : Gunung Bromo ) , merupakan gunung berapi aktif dan bagian dari massif Tengger , di Jawa Timur , Indonesia . Pada 2329 meter ( 7.641 kaki) itu bukan puncak tertinggi massif , tetapi yang paling terkenal . Daerah massif merupakan salah satu tempat wisata yang paling banyak dikunjungi di Jawa Timur, Indonesia. Gunung berapi milik Bromo Tengger Semeru National Park. NamaBromo berasal dari bahasa Jawa 'Brahma , pencipta dewa Hindu .

Gunung Bromo duduk di tengah-tengah dataran yang luas disebut " Laut Pasir " ( Jawa : Segara Wedi atau Indonesia : Lautan Pasir ) , sebuah cagar alam yang dilindungi sejak 1919. Cara khas untuk mengunjungi Gunung Bromo dari desa pegunungan terdekat Cemoro Lawang . Dari sana adalah mungkin untuk berjalan ke gunung berapi dalam waktu sekitar 45 menit , tetapi juga memungkinkan untuk mengambil tur jip terorganisir , yang mencakup berhenti di sudut pandang di Gunung Penanjakan ( 2.770 m atau 9.088 ft ) ( Indonesia : Gunung Penanjakan ) .Sudut pandang di Gunung Penanjakan juga dapat dicapai dengan berjalan kaki dalam waktu sekitar dua jam . Dari dalam kaldera , belerang yang dikumpulkan oleh para pekerja .

Tergantung pada tingkat aktivitas gunung berapi , Pusat Vulkanologi dan Indonesia Bencana Mitigasi Bencana terkadang mengeluarkan peringatan terhadap mengunjungi Gunung Bromo.

Para wisatawan biasanya datang ke gunung bromo karena ingin melihat sensasi melihat langsung matahari terbit, untuk melihatnya para wisatawan harus berangkat pukul 03.00 pagi dengan menggunakan mobil jeep sampai ke pendakian, setelah itu kita akan menaiki tangga sampai di spot tempat melihatsunrise, menunggu sunrise dengan suhu yang sangat dingin justru menjadi tantangan tersendiri ketia berhasil benar benar melihat matahari bangun dari tidurnya dan menyapa kita di bromo.






evaluasi alternatif sebelum pembelian

konsumen pada dasarnya pasrah pada kepentingan sendiri dan menerima secara pasif usaha-usaha promosi dari para pemasar. Konsumen dianggap sebagai pembeli yang impulsive dan irasional. Kelemahannya adalah pandangan ini tidak mempertimbangkan kenyataan bahwa konsumen memainkan peranan penting dalam setiap pembelian yang dilakukan, baik dalam mencari informasi tentang berbagai alternative produk, maupun dalam menyeleksi produk yang dianggap akan memberikan kepuasan.

TIGA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PILIHAN KONSUMEN
1. Konsumen Individu
Pilihan merek dipengaruhi oleh kebutuhan konsumen, persepsi atas karakteristik merek, dan sikap ke arah pilihan. Sebagai tambahan, pilihan merek dipengaruhi oleh demografi konsumen, gaya hidup, dan karakteristik personalia.
2. Pengaruh Lingkungan
Lingkungan pembelian konsumen ditunjukkan oleh budaya (norma kemasyarakatan, pengaruh kedaerahan atau kesukuan), kelas sosial (keluasan grup sosial ekonomi atas harta milik konsumen), grup tata muka (teman, anggota keluarga, dan grup referensi) dan faktor menentukan yang situasional (situasi dimana produk dibeli seperti keluarga yang menggunakan mobil dan kalangan usaha).

3. Marketing strategy
Merupakan variabel dimana pemasar mengendalikan usahanya dalam memberitahu dan mempengaruhi konsumen. Variabel-variabelnya adalah barang, harga, periklanan dan distribusi yang mendorong konsumen dalam proses pengambilan keputusan. Pemasar harus mengumpulkan informasi dari konsumen untuk evaluasi kesempatan utama pemasaran dalam pengembangan pemasaran. Kebutuhan ini digambarkan dengan garis panah dua arah antara strategi pemasaran dan keputusan konsumen. penelitian pemasaran memberikan informasi kepada organisasi pemasaran mengenai kebutuhan konsumen, persepsi tentang karakteristik merek, dan sikap terhadap pilihan merek. Strategi pemasaran kemudian dikembangkan dan diarahkan kepada konsumen.
EMPAT TIPE PROSES PEMBELIAN KONSUMEN
1. Proses Complex Decision Making
2. Proses Brand Loyalty
3. Proses Limited Decision Making
4. Proses Inertia

sumber : http://riantopurba.blogspot.com/2012/10/evaluasi-alternatif-sebelum-pembelian.html